5 Tahap Perencanaan Keuangan Bagian (3)

Friday, 4 May 2012

Dalam 2 artikel saya sebelum ini, saya sudah menjelaskan mengenai
tahap pertama dan tahap kedua. Dalam kesempatan ini, kita akan
membahas secara detil mengenai tahap ketiga, yaitu Membuat
Rencana Keuangan.

Membuat Rencana Keuangan.

Tung Desem Waringin, dalam seminarnya Finansial Revolution
mengatakan bahwa secara sederhana agar bisa menjadi kaya, apa
yang harus kita lakukan adalah:
1. Mengeluarkan lebih sedikit dari yang diterima (alias
pengeluaran harus lebih sedikit daripada pendapatan)
2. menginvestasikan selisihnya dan menginvestasikan ulang
hasilnya untuk pertumbuhan bunga berbunga (compound interest)

Jadi disini kita melihat bahwa ada 2 langkah. Langkah pertama bisa
dibantu dengan cara membuat Anggaran Pendapatan Pengeluaran
Pribadi/Keluarga. Sementara untuk langkah kedua, kita akan membuat
rencana keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan yang telah
kita rumuskan sebelumnya (Baca artikel saya yang berjudul 5 Langkah
Perencanaan Keuangan(1) untuk menentukan tujuan keuangan Anda).

Membuat Anggaran Pendapatan Pengeluaran Pribadi/Keluarga.

Di tanggal tua seringkali kita mendengar keluhan bahwa uang sudah
habis. Mesti menunggu gajian. Dan lucunya lagi, apabila kita
tanyakan kenapa uangnya bisa habis? Bulan ini belanja apa saja?
Kebanyakan orang tidak bisa menjawab. Mengapa? Karena pengeluaran
tidak terkendali. Agar problem seperti ini tidak terjadi untuk
keuangan kita, kita perlu alat bantu untuk mengontrol pengeluaran.
Salah satunya adalah Anggaran Pendapatan Pengeluaran Pribadi/Keluarga.

Bagaimana cara membuat Anggaran? Gampang. Secara umum anggaran
terbagi 2 bagian, yaitu PENDAPATAN dan PENGELUARAN. Pada bagian
pendapatan, kita membuat daftar sumber-sumber penghasilan kita,
beserta jumlahnya. Misalkan saja untuk keluarga Pak Budi adalah
keluarga yang suami dan istrinya bekerja, ada 2 jenis pendapatan
yaitu gaji suami dan gaji istri.

PENDAPATAN
1. Gaji Suami Rp. 4.000.000
2. Gaji Istri Rp. 3.000.000
=================================
Total Pendapatan Rp. 7.000.000

Nah, dari pendapatan ini, kita memberi jatah pengeluaran untuk
masing-masing pos. Ada 12 pos pengeluaran yang lazim digunakan
yaitu tabungan, makanan/kebutuhan harian, pakaian, pendidikan,
kesehatan, transportasi, telekomunikasi, asuransi, pembayaran
kredit, dan lain-lain. Sebagai contoh:

PENGELUARAN:
Tabungan Rp. 700.000
Makanan/Kebutuhan Harian Rp. 1.500.000
Pakaian Rp. 400.000
Pendidikan Rp. 700.000
Kesehatan Rp. 450.000
Rekreasi Rp. 1.000.000
Transportasi Rp. 400.000
Telekomunikasi Rp. 450.000
Asuransi Rp. 500.000
Pembayaran Kredit Rp. 400.000
Lain-lain Rp. 500.000
======================================
Total Pengeluaran Rp. 7.000.000

Ini adalah pengeluaran yang anda RENCANAKAN. Nantinya, pengeluaran
yang sebenarnya akan berbeda dari rencana Anda. Tugas Anda setelah
ini adalah secara berkala mengawasi pengeluaran untuk masing-masing
pos, agar tidak melenceng jauh dari rencana. Misalkan saja Anda
merencanakan Rp. 1.000.000,- untuk pos pengeluaran rekreasi Anda.
Pada tanggal 20, total pengeluaran Anda untuk rekreasi sudah
mencapai Rp. 900.000, maka Anda harus mengurangi kegiatan rekreasi
Anda atau setidaknya mencari kegiatan rekreasi yang tidak terlalu
banyak menghabiskan uang. Sehingga Anda hanya menghabiskan
Rp. 100.000 untuk kegiatan rekreasi hingga akhir bulan. Jadi
disini pengeluaran untuk pos rekreasi akan sesuai dengan anggaran
Anda.

Perlu diingat bahwa dalam membuat anggaran, taruhlah TABUNGAN
pada pengeluaran paling atas. Mengapa? Sebab pengeluaran manusia
itu sifatnya flexible, bisa diperbesar maupun diperkecil. Namun,
ada kecenderungan untuk menghabiskan seluruh uang yang ada. Oleh
karena itu, sejak awal berilah jatah pada tabungan. Setelah itu
baru lakukan perhitungan untuk pos pos pengeluaran lainnya. Begitu
gajian, langsung pindahkan jatah tabungan Anda ke sebuah rekening
yang khusus tabungan. Rekening tabungan ini tidak boleh ditarik
lagi kecuali keadaan darurat.

Untuk berhasil melaksanakan langkah pertama untuk menjadi kaya
seperti yang disebutkan oleh Tung Desem Waringin, Anda harus bisa
menyisihkan minimal 10% dari pendapatan Anda untuk ditabung.
Nantinya tabungan inilah yang akan kita gunakan untuk langkah
kedua, berinvestasi dengan konsep compound interest.

Berinvestasi dengan Konsep Compound Interest

Albert Einstein, ilmuwan paling jenis di dunia, mengatakan bahwa
salah satu keajaiban dunia adalah compound interest. Wah, kenapa
begitu?

Katakanlah sekarang kita memiliki uang menganggur sebesar
Rp. 1.000.000. Uang ini kita tabung dengan bunga sebesar
6% per tahun. Di tahun mendatang, kita mendapatkan bunga sebesar:
Bunga = Rp. 1.000.000 * 6%
Bunga = Rp. 60.000

Nah, bunga ini kita masukan kembali ke dalam tabungan sehingga
turut berbunga. Pada tahun kedua, bunga kita menjadi :
Bunga = Rp. 1.060.000 * 6%
Bunga = Rp. 63.600

Perhatikan bahwa bunga yang kita dapatkan pada tahun pertama,
kita investasikan ulang ke tabungan kita. Jadi bunga kita akan
turut berbunga, sehingga terjadi pertambahan bunga sebesar
Rp. 3.600,-. Ajaibnya, bunga yang turut berbunga ini akan
menyebabkan pertumbuhan yang luar biasa pada tabungan kita.
Dalam waktu 12 tahun, tabungan kita akan menjadi Rp. 2.012.196,-
atau menjadi 2 kali lipat jumlah awal. Dan kalau dibiarkan
12 tahun lagi, maka tabungan ini akan berkembang menjadi 2 kali
lipat lagi, alias Rp. 4.048.934,-. Pertumbuhan investasi seperti
inilah yang disebut dengan compound interest. Ingat, bunga yang
kita dapat harus diinvestasikan kembali.

Konsep compound interest inilah yang akan kita gunakan dalam
menyusun rencana keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan yang
telah kita tetapkan sebelumnya. Sebagai contoh, misalkan Pak
Budi hendak membuat rencana keuangan untuk mendanai kuliah
anaknya. Untuk membayar uang masuk kuliah anaknya, Pak Budi
membutuhkan uang sebesar Rp. 20.000.000,-. Berapakah jumlah
uang yang harus disisihkan oleh Pak Budi setiap bulannya?

NB: Untuk menyederhanakan perhitungan dalam contoh, kita
menganggap bahwa uang masuk kuliah tidak mengalami inflasi.
Apabila Anda tertarik untuk mendapatkan perhitungan yang
lebih canggih dan lebih akurat, silahkan baca ebook saya
"Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan
Excel".

Perhitungan compound interest sangat rumit. Di kuliah-kuliah,
biasanya mahasiswa diajarkan untuk melakukan perhitungan dengan
cara menggunakan tabel. Di dunia bisnis, biasanya orang membeli
kalkulator finansial, yang memiliki fungsi-fungsi khusus untuk
melakukan perhitungan compound interest. Bagi Anda yang memiliki
komputer, Anda beruntung! Komputer Anda dapat melakukan perhitungan
compound interest dengan cepat dan mudah! Caranya? Gunakan aplikasi
Excel. Untuk menjawab pertanyaan pada contoh soal terakhir, silahkan
download worksheet Excel yang telah saya sediakan di:

http://www.keuanganpribadi.com/dl/pendidikan.xls

Silahkan buka file excel yang telah saya sediakan. Pada worksheet
tersebut, Anda dapat melihat sebuah tabel, dimana bagian horizontal
menunjukan berapa lama waktu yang Anda punya. Sementara bagian
vertikalnya menunjukkan berapa tingkat suku bunga investasi Anda.

Untuk menjawab pertanyaan Pak Budi, kita memerlukan 2 buah data
lagi yaitu:
1. Berapa lama waktu yang dimiliki oleh Pak Budi?
2. Apakah produk investasi yang digunakan? Berapa tingkat
return/bunganya?

Biasanya seorang anak akan memasuki kuliah pada usia 18 tahun.
Jadi andaikata sekarang anak Pak Budi berusia 10 tahun, maka Pak Budi
masih memiliki waktu sebanyak 8 tahun untuk berinvestasi. Sekarang
kita lihat dalam worksheet. Data jumlah uang yang perlu ditabung
oleh Pak Budi, apabila jangka waktu menabungnya adalah 8 tahun,
berada pada kolum I.
- Apabila Pak Budi menggunakan produk deposito dengan tingkat
suku bunga sekitar 5% per tahun, maka Pak Budi harus menabung
sebesar Rp. 169.865 per bulannya.
- Apabila Pak Budi menggunakan produk reksa dana pasar uang dengan
tingkat return sekitar 8% per tahun, maka Pak Budi harus menabung
sebesar Rp. 149.400 per bulan.
- Apabila Pak Budi menggunakan produk reksa dana saham dengan
tingkat return sekitar 20% per tahun, maka Pak Budi harus menabung
sebesar Rp. 85.731 per bulan.

Apakah kesimpulan yang dapat Anda tarik dari data yang ditunjukan
oleh worksheet diatas? Bahwa, SEMAKIN TINGGI TINGKAT SUKU BUNGA,
maka jumlah uang yang perlu ditabung per bulannya menjadi
SEMAKIN KECIL. Perlu diingat disini bahwa produk investasi yang
tingkat suku bunganya tinggi biasanya diikuti dengan tingkat
resiko yang tinggi juga. Apakah Anda siap untuk menanggung resiko
investasi?

Nah sekarang, bagaimana jika ceritanya Pak Budi menunda investasi
untuk dana pendidikan anaknya? Katakanlah tabungan untuk pendidikan
ini ditunda selama 3 tahun. Sekarang Pak Budi hanya memiliki waktu
5 tahun untuk menyiapkan dana pendidikan anaknya. Berapakah jumlah
uang yang perlu ditabung per bulannya? Jawabannya bisa dilihat pada
worksheet yang saya sediakan, pada kolum H.
- Apabila Pak Budi menggunakan produk deposito dengan tingkat
suku bunga sekitar 5% per tahun, maka Pak Budi harus menabung
sebesar Rp. 294.091 per bulannya.
- Apabila Pak Budi menggunakan produk reksa dana pasar uang dengan
tingkat return sekitar 8% per tahun, maka Pak Budi harus menabung
sebesar Rp. 272.195 per bulan.
- Apabila Pak Budi menggunakan produk reksa dana saham dengan
tingkat return sekitar 20% per tahun, maka Pak Budi harus menabung
sebesar Rp. 196.544 per bulan.

Sekarang kita analisa kembali jawaban yang sekarang dengan jawaban
sebelumnya. Untuk tingkat suku bunga yang sama-sama 5% per tahun,
apabila jangka waktu yang tersedia 8 tahun, maka jumlah yang harus
ditabung adalah Rp. 169.865,- per bulan. Namun apabila jangka waktu
yang tersedia hanya 5 tahun, maka jumlah yang harus ditabung
meningkat menjadi Rp. 294.091,-. Jumlah yang harus Pak Budi bayar
hampir 2 kali lebih mahal. Artinya? Setiap penundaan terhadap
investasi, menyebabkan Anda harus membayar LEBIH MAHAL untuk
mencapai tujuan Anda. Perlu diingat bahwa dalam investasi, WAKTU
ADALAH TEMAN ANDA. Semakin lama jangka waktu Anda berinvestasi, maka
beban yang harus Anda tanggung akan menjadi semakin ringan.
Mulailah berinvestasi sekarang juga.

Membuat Sendiri Rencana Keuangan Pribadi Anda

Jasa konsultasi perencana keuangan untuk merancang rencana keuangan
Anda lumayan mahal.

"Terus bagaimana donk cara saya merencanakan keuangan saya?"

Jangan khawatir. Dalam ebook saya yang berjudul "Tips dan Trik
Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel", saya
mengajarkan Anda cara membuat berbagai macam rencana keuangan
dengan menggunakan rumus-rumus yang telah tersedia pada Excel.
Saya juga telah menyiapkan banyak worksheet yang dalam kondisi
siap pakai (seperti worksheet yang saya sediakan untuk artikel
ini), antara lain :
- Menghitung nilai tabungan di masa depan.
- Rencana pensiun.
- Rencana dana pendidikan anak.
- Perhitungan bunga hutang.
- Perhitungan investasi obligasi.
- dan masih banyak lagi.

Anda dapat melakukan perhitungan untuk rencana keuangan Anda
secara gampang dan hanya dalam hitungan detik!

Bagaimana cara mendapatkan ebook ini? Kabar gembira untuk Anda.
Kami mengadakan promosi pemberian ebook ini secara GRATIS untuk setiap pembelian
ebook "Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya". HADIAH LANGSUNG TANPA DIUNDI. Bahkan kami juga menyediakan 2 ebook lain sebagai bonus tambahan, yaitu ebook "Check-Up Finansial" yang telah saya sebutkan dalam artikel sebelumnya dan
ebook "Panduan Investasi: ORI-002". Segeralah memesan sebelum kehabisan!

Kunjungi:
www.keuanganpribadi.com