5 Tahap Perencanaan Keuangan Bagian (5)

Sunday, 6 May 2012

Kali ini kita membahas lebih dalam mengenai tahap terakhir, yaitu
melakukan monitor dan evaluasi secara berkala.

A. Memonitor Portfolio Investasi.

Setelah kita melakukan investasi, yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah membuat catatan mengenai investasi kita dan melakukan monitor terhadap perubahan nilai investasi kita. Misalkan saja Pak Budi memiliki 3 jenis investasi, yaitu Deposito, Reksa Dana Saham dan Emas, yang dibeli dengan harga Rp. 20.000.000, Rp. 30.000.000, dan Rp. 25.000.000. Dari masing-masing investasi Pak Budi mengharapkan return sebesar 5%, 20,% dan 15%.
Berikut adalah kondisi awal investasi:
======================================================================
Jenis Investasi Nilai Awal Harapan Return
======================================================================
Deposito Rp. 20.000.000,- 5%
Reksa Dana Saham Rp. 30.000.000,- 20%
Emas Rp. 25.000.000,- 15%
======================================================================

Setelah 1 tahun, Pak Budi melihat kembali portfolionya dan menghitung
nilai terkininya. Nilai akhir dari investasinya adalah Rp. 21.000.000,
Rp. 39.000.000, dan Rp. 27.500.000.

======================================================================
Jenis Investasi Nilai Awal Harapan Nilai Akhil Hasil
Return
======================================================================
Deposito Rp. 20.000.000 5% Rp. 21.000.000 5%
Reksa Dana Saham Rp. 30.000.000 20% Rp. 39.000.000 30%
Emas Rp. 25.000.000 15% Rp. 27.500.000 10%
======================================================================

Dari nilai akhir investasi, bisa dihitung berapa persen yang benar-benar Pak Budi dapat dari masing-masing jenis investasinya. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa Pak Budi sebenarnya mendapatkan 5% dari deposito, 30% dari reksa dana saham dan 10% dari emas.

Apakah pelajaran dari melakukan monitor terhadap investasi ini? Pelajarannya adalah dalam dunia investasi, hasil yang kita dapat belum tentu sama dengan hasil yang kita harapkan sejak awal investasi. Tidak ada yang pasti dalam dunia investasi. Dari tabel kedua, kita bisa melihat bahwa Pak Budi mendapatkan hasil yang sama dengan yang
diharapkan dalam depositonya, mendapatkan hasil yang melebihi harapan untuk reksa dana saham dan mendapatkan hasil yang lebih kecil dari yang diharapkan dari emas.

Untuk investasi yang hasilnya sama atau melebihi yang kita harapkan, tentunya menyebabkan kita menjadi lebih percaya terhadap investasi tersebut dan mempertimbangkan untuk berinvestasi lebih banyak. Di sisi lain, untuk investasi yang hasilnya lebih kecil daripada yang kita harapkan, kita perlu meninjau kembali investasi tersebut:

1. Bandingkan dengan investasi sejenis yang dikelola oleh manejer lain.
Misalkan saja Anda membeli reksa dana saham dengan harapan hasil
sebesar 25%, namun ternyata hasil yang Anda dapat pada tahun
tersebut hanyalah bekisar 20%, yang pertama Anda lakukan adalah
bandingkan hasil yang Anda terima ini dengan reksa dana saham dari
manejer investasi lain. Contohnya, misalkan Anda membeli reksa
dana saham Schrodder, dan merasa hasilnya kurang memuaskan untuk
Anda. Maka Anda dapat membandingkannya dengan reksa dana saham
manejer investasi lain, misalnya saja reksa dana saham Manulife,
Danareksa, Trimegah, dan lain-lain. Apabila ternyata reksa dana
saham dari manejer lain memberikan hasil lebih bagus, maka Anda
dapat mempertimbangkan untuk memindahkan investasi Anda ke
manejer tersebut. Namun, disisi lain, jika ternyata pilihan
reksa dana saham Anda ternyata memberikan hasil paling besar,
maka lanjutkan ke langkah kedua.

2. Pelajari mengapa investasi Anda tidak memberikan hasil sesuai
harapan Anda.

Apakah hal yang membuat reksa dana saham Anda tidak memberikan
hasil sesuai dengan yang Anda harapkan? Cobalah mencari informasi-
informasi yang dapat menjelaskan hal ini. Mungkin saja investasi
reksa dana saham Anda mengalami penurunan yang disebabkan karena
memburuknya situasi ekonomi yang disebabkan karena melemahnya
mata uang rupiah, suku bunga bank naik, harga minyak naik, atau
mungkin saja karena adanya krisis seperti mortgage yang barusan
terjadi? Kemudian Anda dapat melakukan perkiraan apakah kejadian-
kejadian seperti ini dapat terjadi kembali di tahun mendatang?
Apabila Anda memperkirakan bahwa situasi tahun mendatang kurang
begitu baik untuk investasi ini, maka Anda dapat menarik uang
Anda dan memindahkannya ke investasi jenis lain.

Dalam proses monitor ini juga Anda dapat mengatur ulang diversifikasi untuk portfolio Anda. Misalkan saja pada kasus Pak Budi, portfolio Pak Budi adalah 26,67% investasi
bertipe aman (deposito), 40% investasi agresif (reksa dana saham), dan 33,33% investasi moderat (emas). Setelah waktu berjalan setahun, kita dapat melihat bahwa portfolio Pak Budi sudah berubah menjadi 24% investasi aman (deposito), 44,57%
investasi agresif (reksadana saham), dan 31,43% investasi moderat(emas). Untuk mengembalikan portfolio Pak Budi ke posisi semula, Pak Budi harus menjual Rp. 4.000.000 dari reksa dana sahamnya untuk dipindahkan ke deposito dan emas.

B. Evaluasi ulang kebutuhan keuangan Anda

Selain portfolio investasi kita, ternyata kebutuhan kita juga berubah seiring dengan berjalannya waktu. Dan kita juga perlu mencocokan kembali rencana keuangan kita, dengan kebutuhan sekarang.

Misalkan saja, dulunya Anda berpikir bahwa asuransi dengan pertanggungan sebesar Rp. 500.000.000,- sudah cukup untuk mengamankan finansial keluarga Anda. Namun, ternyata tahun ini Anda beruntung, bisa menikmati kenaikan pangkat dalam karir. Pendapatan Anda meningkat 2 kali lipat. Begitu juga belanja Anda dan keluarga. Dengan taraf hidup baru, pertanggungan asuransi yang dulunya sebesar Rp. 500.000.000
sudah tidak cukup lagi untuk keluarga Anda. Anda perlu membeli asuransi tambahan.

Demikian juga yang terjadi dengan rencana-rencana keuangan Anda yang lain. Mungkin saja anak Anda sekarang sudah memiliki minat khusus terhadap salah satu bidang, dan sudah menetapkan universitas mana yang ingin dia tuju. Apabila universitas yang
dipilih anak ternyata berbeda dengan yang Anda pilih ketika membuat rencana pendidikan anak, tentunya Anda juga perlu menghitung ulang berapa biaya yang diperlukan untuk pendidikan anak Anda.

Untuk rencana pensiun, mungkin saja ada gaya hidup baru yang tetap ingin Anda pertahankan hingga masa tua nanti. Berapakah dana yang diperlukan? Masukan juga ke dalam rencana pensiun.

Jadi secara berkala, kita harus melakukan monitor dan evaluasi kembali terhadap rencana-rencana keuangan kita. Monitor berguna untuk memastikan bahwa investasi berjalan sesuai dengan rencana kita, dan apabila ternyata tidak, kita dapat mengambil tindakan secepatnya agar tujuan keuangan tetap dapat tercapai. Sementara
evaluasi perlu dilakukan karena kebutuhan kita bisa saja berubah seiring dengan jalannya waktu.

Sekian dahulu artikel saya untuk kesempatan ini. Sampai jumpa...!?