Tingkatkan Kemampuan Negosiasi Anda

Monday, 4 June 2012

Keahlian bernegosiasi sangat diperlukan oleh para entrepreneur untuk kelancaran bisnis mereka. Makin pandai seorang pebisnis dalam negosiasi maka makin efisien dan efektiflah bisnisnya. Kemudian bagaimana cara melakukan negosiasi yang baik? Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam negosiasi ini.
 
1. Harus win-win Solution
Biarkan lawan Anda menang terlebih dahulu saat tawar-menawar, kemudian baru ambil langkah untuk menang. Jika orang lain menang terlebih dahulu, mereka cenderung akan menuruti apa yang kita minta.

2. Minta
Buat pernyataan dan ekpektasi Anda terhadap calon prospek Anda. Anda harus secepat mungkin melakukan ini sebelum mereka melakukan hal yang sama terlebih dulu.

3. Buat orang menyukai Anda
Ketika Anda sudah masuk ke zona nyaman dari lawan prospek Anda, untuk bernegosiasi meminta apa yang Anda inginkan akan jauh lebih mudah. Cara ini bisa dimulai dengan bertanya apa hobi Anda, atau makanan favorit, apapun topik di luar negosiasi Anda.

4. Buat alasan yang masuk akal
Ketika Anda menggunakan alasan dalam meminta sesuatu, maka tingkat orang yang mengiyakan permintaan Anda akan meningkat hingga 3x lipat. Jadi buatlah alasan mengapa Anda harus mendapatkan apa yang Anda mau.

5. Never kill
Jangan mengakhiri negosiasi dengan dead-end strategy maksudnya sudah bulat hasil dari negosiasi, pakailah strategi "selesai bersyarat", misalkan "harganya segini sudah cocok, tapi nanti istri saya yang menentukan suka atau tidaknya pemandangan dari unit ini".

6. Minta yang paling minim
Selalu tanyakan berapa harga terendah yang dapat mereka berikan kepada Anda sebagai customer

7. Buat tujuan sejelas mungkin
Dari poin sebelumnya, jangan sampai Anda tidak tahu batas atas dan bawah sebuah harga yang Anda harapkan.

8. Buat kompetisi
Katakan bahwa Anda sedang membandingkan dengan yang lain. Biasanya mereka cenderung akan memberikan harga lebih rendah atau menawarkan privilege lainnya.

9. Negosiasi dengan orang yang tepat
Siapakah orang yang benar tersebut? Tentunya si decision maker. Jangan sampai terjadi Anda sudah membuang waktu banyak namun ujung-ujungnya lawan negosiasi Anda mengatakan “Saya akan konsultasikan dulu ke atasan, bukan saya yang ambil keputusan.” (*/ Okezone.com )