Tips Investasi Properti untuk Pemula

Thursday, 14 June 2012

Selain surat berharga ataupun emas, salah satu alternatif layak dipertimbangkan dan dapat menjadi ajang diversifikasi bagi portofolio kita adalah berinvestasi pada properti. Properti mempunyai keunggulan karena harganya tidak fluktuatif dan dapat memberikan double income, yaitu selain kenaikan harga juga dapat memberikan penghasilan lain, seperti disewakan.

Coba perhatikan beberapa hal berikut sebelum membeli properti:


A. Lokasi

Lokasi yang tepat untuk berinvestasi properti adalah lokasi yang masih dapat berkembang, karena kita berharap ada kenaikan harga pada properti yang kita miliki. Apabila lokasinya sangat baik dan harga sudah menjadi mahal, kemungkinan peningkatan harganya sudah tidak setinggi harapan harapan kita.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar. Apakah lingkungan perumahan atau dekat TPU (taman pemakaman umum) dan banjir atau tidak. Apakah berada di pinggir jalan atau sulit dilalui angkutan umum, dan lain sebagainya. Tentu saja, lokasi ini perlu disesuakan dengan rencana investasi kita.


B. Akses jalan

Perhatikan status jalan menuju tanah yang ingin Anda beli, apakah hanya menumpang sementara di tanah orang atau sudah tergambar di peta desa. Jangan sampai Anda membeli properti yang belum memiliki akses jalan resmi.


C. Status tanah

Saat membeli properti, penting juga untuk memperhatikan status tanah atas properti yang kita akan beli. Hal ini akan berpengaruh pada harga properti tersebut. Status tanah harus jelas kepemilikannya, apakah perseorangan, tanah kas pemerintah, atau milik perusahasaan, dan apakah tanah tersebut telah bersertifikat atau belum.

Status hak kepemilikan tanah juga perlu dicek apakah ada Sura Hak Milik (SHM) atau hak-hak lain, seperti HGB (Hak Guna Bangunan) dan HGU (Hak Guna Usaha). Status itu harus jelas agar tidak ada tuntutan atau sengketa di kemudian hari. Selain itu, status tersebut juga berguna untuk lebih mempermudah proses pembuatan sertifikat dan balik nama sertifikat.

Jangan pernah coba-coba membeli tanah atau properti yang belum jelas statusnya atau masih dijaminkan kepada pihak lain. Misalnya, masih dalam perkara sengketa di pengadilan karena kasus pembagian harta warisan, harta gono-gini perceraian, terganjal kasus pembebasan tanah, tidak bersertifikat, perkara sita jaminan bank, dan lain-lain.

Biaya- biaya yang terjadi karena terjadinya sengketa bisa sangat menguras kantong Anda. Belum lagi tenaga dan waktu akan banyak terbuang.


D. Fasilitas umum

Usahakan properti tersebut telah difasilitasi jaringan listrik. Untuk air, jika kondisi air tanah baik dan layak konsumsi, maka ketiadaan jaringan PDAM tidak begitu bermasalah. Tetapi, jika air tanah kurang baik (biasanya di daerah perkotaan atau padat penduduk), maka perlu dicek adakah jaringan instalasi PDAM di sana.  Sementara itu, jika instalasi kabel telepon tidak ada, Anda masih bisa menggunakan handphone, jadi tidak perlu risau.


Sebagai investor baru, perlu saya perkenalkan beberapa kategori jenis-jenis investasi properti, yang bisa anda pertimbangkan sebagai tambahan penghasilan atau bahkan penghasilan utama anda:

1. Residensial

Berinvetasi di properti residensial berarti anda membeli rumah, apartemen, atau rumah susun. Biaya investasi di properti jenis ini merupakan yang paling murah dibandingkan properti lainnya. Setelah membeli, anda bisa menyari penyewa atau menjualnya kembali.

Anda bisa melakukan berbagai perombakan terhadap properti yang anda beli ini sebelum disewakan atau dipasarkan. Kreatifitas dalam merombak menentukan harga sewa atau harga jual properti anda tersebut.

2. Bangunan Kantor Komersial

Berinvestasi di properti macam ini butuh dana yang cukup besar. Pasalnya sebuah kantor harus memiliki beberapa fasilitas pendukungnya, tak hanya sebuah bangunan rumah biasa saja. Perlu beberapa perombakan jika sebuah rumah akan dipakai menjadi kantor, kecuali dari awal anda membeli atau membangun bangunan khusus untuk kantor.

Penyewa bangunan kantor seperti ini biasanya perusahaan kecil yang masih dalam tahap berkembang atau usaha kecil dan menengah (UKM). Lokasi yang tepat untuk bangunan kantor ini berada di daerah yang ramai dan tidak terlalu jauh dari pusat kota.

3. Properti Industri

Yang termasuk dalam properti di kawasan industri antara lain contohnya kawasan pergudangan, tempat parkir mobil atau bangunan dengan kegunaan khusus. Jika anda membeli properti seperti ini sebaiknya disewakan untuk jangka waktu yang lama, karena keuntungannya akan sangat tinggi ketimbang anda menjualnya.

Pasalnya, penyewaan di properti seperti ini punya tambahan biaya dari si penyewa karena ruangannya dipakai untuk berbisnis sehingga lebih banyak lagi keuntungan yang bisa anda dapat. Selain itu, anda bisa menyimpan mesin minuman swalayan memakai koin untuk tambahan pendapatan.

4. Pertokoan

Properti yang termasuk pertokoan ini banyak macamnya, mulai dari toko kecil di sebuah rumah, ruko bahkan sampai mal yang besar. Lazimnya, jika anda punya salah satu bentuk properti ini untuk disewakan, sebagian keuntungan dari si penyewa juga menjadi hak kita, tentunya sesuai dengan kesepakatan masing-masing. Dana tambahan dari keuntungan si penyewa ini biasanya diputar kembali untuk perwatan dan renovasi properti tersebut.

5. Bangunan Multi Guna

Bangunan multi guna adalah gabungan dari beberapa kategori di atas yang berkumpul di bawah satu atap. Contohnya, jika anda punya uang yang cukup banyak untuk membeli sebuah gedung kecil, atau mungkin sebagian uang bisa didapat dari bank. Supaya pembayaran tidak terlalu berat, anda bisa meminta bank tersebut membuka gerai di lantai paling bawah, sementara untuk lantai lainnya anda bisa mencari penyewa.

Bank yang meminjami anda uang tersebut akan mengembalikan sejumlah dana kepada anda berupa uag sewa, sehingga pembayaran utang dan bunganya tidak terlalu berat. Terus cari penyewa yang tepat untuk lantai yang masih kosong, lebih baik dengan diversifikasi jenis usaha jadi bisa lebih menarik pengunjung.

Nah, secara teknis, meminjamkan sejumlah uang kepada pihak lain yang oleh mereka digunakan untuk membeli properti bisa termasuk sebagai investasi properti. Tapi, pinjaman seperti itu lebih condong ke arah investasi fixed income atau mirip obligasi, karena anda meminjamkan uang yang diberi jaminan sebuah properti.

Bunga yang diberikan kepada anda sesuai dengan perjanjian yang disepakati sebelumnya. Jika terjadi lonjakan keuntungan atau kerugian atas properti yang anda pinjami uangnya, maka hal itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap keuntungan anda.

Jadi, cermatilah instrumen investasi properti ini dengan baik sebelum anda mulai berinvestasi. Semoga Sukses.?!